aku menulis ini untukmu. Untuk semua tawa dan duka yang telah
kau buat untukku dan semuanya kau ikat dalam ingatanku.
Aku tidak menyesal walau pada akhirnya kita tidak bisa bersama
lagi. Kamu sudah pernah membuatku tertawa dan menangis itu cukup untukku,
bahkan lebih dari cukup. Dan aku sangat menikmati proses yang kita bangun
selama ini, menunggu matahari terbit untuk berbincang denganmu, menunggu kau
menjemputku didepan sekolahku, menikmati kelakuan-kelakuan bodohmu bahkan
omonganmu yang sangat ceplas ceplos dengan apa yang ada dihadapanmu.
Kita...kita... pernah memiliki waktu yang sangat menyenangkan bahkan yang
menyedihkanpun kita lalui bersama, berdua.
Semua ini untukmu, perbincangan yang mungkin akan selalu aku
ingat untuk perpisahan yang telah kita sepakati.
Aku masih menyimpanmu di memori kepalaku, yang mungkin suatu
saat nanti akan tertimpa oleh orang lain, bahagia lain, kesedihan lain,
peristiwa lain kenangan lain dan air mata lain. Memori tentangmu sangat sulit
kuhapuskan dalam benakku, Aku akan menggenangmu selalu ! Bila aku mendengar
lagu, peristiwa dan tempat yang pernah kita jumpai bersama semua yang itu “
Tidak akan menjadi Masa Depan”
Kalimat ini, untukmu :
Ketika Tuhan berkata tidak, seberapapun cinta kita. Dia akan
memisahkan kita . kalau Tuhan berkenan, Tuhan akan mempertemukan kita dengan
masing-masing kebahagiaan. Itu cara Tuhan untuk memberikan kebahagiaan bukan
hanya satu jalan atau satu orang saja namun “Banyak Jalan”


























































